Berita, Berita Daerah

BKN AKAN TURUN KE JENEPONTO

Didampingi oleh Tenaga Ahli Hj. Mestariany Habie, Kepala Bagian Humas BKN, Tumpak Hutabarat (kiri), memberikan penjelasan seputar tenaga honorer K1 Jeneponto yang bermasalah.

Selasa, 08 Januari 2013
BKN Akan Turun ke Jeneponto: Forbes Jeneponto Kawal Honorer di BKN

JAKARTA, FO — Badan Kepegawaian Negara (BKN), akan secepatnya turun melakukan pemeriksaan lapangan ke Jeneponto.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas BKN, Tumpak Hutabarat, saat menerima Forum Bersama (Forbes) Jeneponto di Kantor BKN, Selasa, 8 Januari. Forbes Jeneponto merupakan lembaga yang memperjuangkan nasib tenaga honorer di Jeneponto. Menurut Tumpak, ada 32 daerah yang akan mereka datangi untuk pemeriksaan lapangan tersebut. Di Sulsel, selain Jeneponto, juga ada Luwu Utara.

Daerah-daerah tersebut selama ini bermasalah pada data base tenaga honorer kategori satu (K1). “BKN akan melakukan pemeriksaan lapangan terhadap 32 daerah, termasuk Jeneponto, Luwu Utara, Kota Medan, juga Aceh Tenggara.

Dalam pemeriksaan lapangan tersebut, kami akan mencocokkan data base yang kami kantongi dengan data yang ada di lapangan,” ujarnya. Menurutnya, BKN memberi perhatian khusus terhadap honorer K1 di Jeneponto. Soalnya sebut Tumpak, mereka mengerti betul karakter masyarakat setempat. “Di sini saja dulu (Kantor BKN, red), eksekutif sama legislatifnya bertengkar, malah hampir baku pukul.

Makanya, kami memberi perhatian penuh terhadap Jeneponto,” jelasnya. Tumpak juga menjelaskan, database honorer K1 sebanyak 280 orang di Jeneponto dibatalkan. Itu setelah mereka menerima surat dari Forbes yang berisi sanggahan terhadap data-data tenaga honorer K1 tersebut. “Jadi surat dari saudara yang kami terima, itu kemudian jadi alasan kami untuk membatalkan 280 orang itu, dan kami akan melakukan pemeriksaan lapangan mengenai jumlah honorer yang betul-betul memenuhi kriteria di sana,” jelasnya.

Rawannya manipulasi data honorer K1, membuat Forbes Jeneponto, mengawal data honorer itu ke BKN di Jakarta. Kemarin, lima perwakilan Forbes Jeneponto, masing-masing, Nasir, Usdar, Suajar, Rajamuddin, dan Baharuddin, mendatangi kantor BKN di Jalan Mayor Jenderal Sutoyo, Jakarta Timur.

Mereka didampingi Andre yang merupakan Staf Ahli Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Mestariyani Habie. Sebelumnya, Forbes menemui Mestariyani Habie di DPR RI. Mereka mengadukan nasib para tenaga honorer tersebut. Sekadar diketahui, Mestariany Habie merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jeneponto.

Ketua Forum Bersama (Forbes), Baharuddin menilai, pemerintah setempat rawan melakukan manipulasi data tenaga honorer. Menurut Baharuddin, berdasarkan data base lalu ada 280 tenaga honorer, tapi ketika dilakukan kroscek, ternyata banyak yang siluman. Akhirnya dibatalkan. Dan saat ini ada 41 orang yang disetujui Kemenpan. “Masalahnya 41 orang ini sudah diumumkan, tapi isunya ada yang mau menggantikan. Makanya, kami kawal sampai di pusat,” ujarnya.

Tenaga honorer K1 sebanyak 41 orang tersebut kata Baharuddin, adalah tenaga honorer yang memenuhi kriteria untuk lolos K1 dilihat dari masa pengabdian mereka. Tenaga honorer tersebut ada sebagai guru, honorer di rumah sakit, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan, juga ada di beberapa kantor kecamatan. Yang mengkhawatirkan sebut Baharuddin, dari 41 tenaga honorer tersebut, ada empat orang yang hilang berkasnya akibat banjir yang menyapu Jeneponto beberapa waktu lalu.

(Sumber: fajaronline.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>